Pernahkah kita sesekali memperhatikan apa-apa saja isi tas atau dompet kita? Coba sesekali perhatikan. Biasanya ada saja barang-barang yang tidak berguna atau mungkin jarang dipakai di dalamnya. Pensil patah, bolpen macet, bon lecek, kalkulator rusak, kartu nama dan kartu ATM expired, kertas-kertas ga jelas,dll. Atua mungkin kalau kita sedikit jorok, ada nasi bungkus sebulan yang lalu, permen karet, piring, gelas kotor, mobil, motor (lho?), atau kecoa, tikus dan sebangsanya.
Sadar atau tidak barang-barang seperti itulah yang sering kita bawa kemana-mana kita pergi bersama barang-barang kita yang berguna lainnya. Tentu saja, efeknya, nambah berat bawaan kita. Yup, seperti itulah pikiran kita, kadang kita tak sadar membawa “barang-barang yang tak beguna” seperti itu di dalam pikiran kita. akibatnya, nambah beban pikiran kita, ujung-ujungnya stress.
So, tips pertama ngilangin stress, buang “barang-barang percumtakbergun” itu jauh-jauh dari pikiran kita. Atau kalau memang masih dipakai, simpan saja di kosan atau dirumah, siapa tau sewaktu-waktu kita perlu mengambil pelajaran darinya. Asal jangan dibawa kemana-mana dalam tas pikiran kita. bikin berat sahaja.
DIarsipkan di bawah: Pray Hard | yang berkaitan: pikiran, stress, tas | 2 Komentar »
Kentut dan Kenaikan Harga BBM
Saya teringat guyonan teman saya waktu SD dulu. Ceritanya ada empat orang anak yang sedang sholat berjejer. Sedang khusyuk-khusyuknya tiba-tiba,
“Preeet”, salah seorang diantaranya yang berdiri paling ujung buang angin (kentut). Beruntung suaranya tak terlalu keras, hingga seorang disebelahnya saja yang mendengar. (entah kalau baunya, disitu tak diceritakan. hehe)
“Woi, kamu kentut, ya? Batal lho sholatnya”, kata anak sebelahnya itu.
Kontan anak ketiga di sebelahnya lagi nyeletuk, “Hus, sholat kok ngomong, sih? Ntar batal lho”
Anak terakhir tiba-tiba berbicara sendiri, “Dasar bodo nih temen-temenku semua. Untung aja aku gak ikut-ikutan ngomong”
Saya ketawa sendiri sewaktu ingat lagi cerita ini, selain karena jalan ceritanya yang memang lucu, saya juga teringat wajah kawan saya yang bercerita yang lebih seperti orang curhat ketimbang guyon. Haha. Jangan-jangan dia orang pertamanya.
Sayangnya saya tak bisa tertawa lebih lama, saya lihat ternyata ini Bukan Banyolan Biasa (BBB). Ada pelajaran berharga yang tersirat di dalamnya. Saya rasa cerita ini seolah memberi cerminan seperti apa kondisi bangsa kita saat ini. Gara-gara dipicu kentut [baca: kenaikan harga BBM], malah ribut sendiri, merasa paling benar dan tak pernah mau lihat coreng di jidat sendiri. Kita sering seperti anak-anak itu, tak sadar kalau energi kita habis lebih banyak untuk kritik sana kritik sini, menjadi paling hebat dan pintar, adu argumen, perdebatan tak berujung, tak mau mengalah, mencari celah dan cela orang lain , ketimbang introspeksi diri dan menghasilkan solusi berarti.
________
Bangkit itu…
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari yang kecil
Mulai saat ini
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | yang berkaitan: BBM, guyon, kentut | 3 Komentar »
Kalau Handphone Hilang Atau Dicuri
Lagi asik-asik dengan bahan UAS saya, saya dapat kabar hape teman saya hilang atau dicuri. Saya dapat kabar ini pun tak sengaja awalnya. Gara-gara si pencuri (atau si penemu, ya?) menelpon salah satu nomer yang ada di phonebook itu. Entah apa maksudnya. Kebetulan yang ditelpon itu temen deket saya yang lainnya, sebut saja Bunga (19thn) - bukan nama sebenarnya.
Si Bunga kontak saya merasa ada yang aneh dan janggal karena suara di telepon beda dengan suara si empunya hape itu. Khawatir kalau ada apa-apa. Saya tanya sana sini, selidik punya selidik ternyata memang kawan saya si pemilik hape itu baru saja kehilangan dua hari yang lalu.
Saya berkesimpulan berarti hape itu masih aman dibawa si penemu atawa si maling. Saya coba telpon, engga bisa. Langsung saya bombardir dengan sms taushiah ke nomer itu. Tausiah mulai dari yang menyejukkan sampai yang menyesakkan hati. Hehe. Kebetulan, masih ada 10 sms gratis dari M3. Siapa tau yang bawa hape itu dapet hidayah dan mau mengembalikan hapenya.
Entah efektif atau tidak, sebelumnya saya juga pernah melakukan yang serupa. Ketika salah seorang kakak angkatan kehilangan hapenya dan tak bisa ditelpon, langsung saya bombardir dengan sms tausyiah penuh cinta. Dan terbukti, handphone itu berhasil kembali. Hahaha. Fantastis, bukan? Ah engga juga, ternyata hapenya tidak hilang, cuma nyelip di dalam kamar kosnya. Dasar.